agenda



 FOCUS GROUP DISCUSSION

"Penguatan Pabrik Gula Berbasis Tebu Dalam Perlindungan Konsumen Dan Peningkatan Kesejahteraan Petani"

Sejak diterbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.68/2013 tentang Pemberlakuan SNI GKP Secara Wajib dua tahun yang lalu pada Juni 2015, maka tidak ada pilihan lain bagi industri gula untuk memenuhi persyaratan mutu SNI Wajib GKP tersebut. Persyaratan yang terdapat di dalam SNI GKP Wajib yang belum bisa diakomodir sepenuhnya oleh sebagian besar Pabrik Gula berbasis tebu, dampaknya tidak saja mengancam eksistensi Pabrik Gula sebagai produsen tetapi juga para petani tebu rakyat yang sebagian besar merupakan penopang suplai bahan baku Pabrik Gula. Perlu adanya evaluasi dan penyempurnaan di dalam parameter SNI GKP Wajib agar Pabrik Gula sebagai produsen dan petani tebu rakyat sebagai penyulai bahan baku tebu eksistensinya dapat tetap terjaga, serta masyarakat sebagai konsumen dapat merasakan keamanan mutu produk. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penguatan Pabrik Gula Berbasis Tebu dalam Perlindungan Konsumen dan Peningkatan Kesejahteraan Petani” diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk keberlangsungan hidup industri gula berbasis tebu dan target pemerintah untuk swasembada gula dapat tetap terjaga.

Narasumber: 

  1. Asosiasi Gula Indonesia Download
  2. Direktur Jenderal Perkebunan, Ditjenbun. Kementerian Pertanian Download
  3. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Download
  4. Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Download
  5. Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Download
  6. Deputi Industri Agro dan Farmasi, Kementerian BUMN Download
  7. Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN Download
  8. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Download
  9. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Download
  10. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia Download

Draft Rumusan Download

 

==========================================================================================

Isu tentang keberlanjutan industri gula di Indonesia menjadi sangat penting akhir-akhir ini, karena banyak faktor baik yang bersifat endogen dan eksogen yang berpengaruh terhadapnya. Faktor endogen yang dirasakan dominan pengaruhnya antara lain: produktivitas tebu yang rendah sampai dengan rata-rata, keterbatasan lahan yang tersedia untuk tebu, dan efisiensi pabrik yang rendah. Ketiga faktor tersebut menyebabkan rendahnya produksi gula yeng berbasis tebu, dan dengan demikian mengakibatkan defisit gula untuk konsumsi langsung. Di lain pihak, faktor eksogen seperti fluktuasi harga gula dunia, struktur pasar gula pasir yang cenderung bersifat oligopoli, serta rembesan gula rafinasi ke pasar gula pasir, meredam kenaikan harga gula domestik. Sementara itu kebijakan pergulaan nasional secara signifikan belum mampu meminimisasi dampak faktor-faktor tersebut, sehingga kinerja industri gula nasional cenderung stagnan. Konferensi ini akan membahas isu tentang situasi pergulaan dunia, perkembangan industri gula domestik dan tantangannya, dan posisi serta sudut pandang gula rafinasi dalam mendukung pergulaan nasional. Perubahan iklim yang memiliki pengaruh nyata terhadap industri juga didiskusikan untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan.

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menyelenggarakan konferensi ini di forum World Plantation Conference and Exhibition (WPLACE) di Bali pada tanggal 18-20 Oktober 2017. Pembicara yang memiliki kualitas dan reputasi tinggi diundang untuk berdiskusi untuk menyusun rencana aksi untuk mengatasi kinerja industri gula nasional yang cenderung stagnan.

Daftar Disini