incest sex
P3GI - WORKSHOP DAN RISET SNI GKP 2018


WORKSHOP DAN RISET SNI GKP 2018



Gula Kristal Putih SNI GKP NO. 3140.3:2010 (termasuk Amd 1: 2011) diwajibkan per 20 Juni 2015 . Pemberlakuan SNI GKP wajib menuntut produksi GKP dari pabrik gula (PG) untuk memenuhi standart GKP 1 ataupun GKP 2 pada saat produksi maupun selama perdagangan di pasar. Inspeksi pasar yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2017 menunjukan bahwa dari 39 sampel yang diambil di pasar , 72% sampel tidak memenuhi persyaratan warna ICUMSA. Permasalahan yang terkait dengan implementasi SNI GKP wajib tidak hanya berdampak pada PGKP tetapi juga kepada petani tebu, dimana dalam sistem bagi hasil gula PG dengan petani, 66% gula yang dihasilkan PGKP . Munculnya permasalahan implementasi SNI GKP wajib pada taun 2017 tersebut menyadarkan komitmen para produsen gula agar GKP yang dihasilkan ke depan dapat memenuhi standart SNI GKP.

            Disisi lain pada tahun 2015 ketika sosialisasi SNI Wajib dilaksanakan, Pusat Peneitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) telah menyampaikan bahwa salah satu kelemahan dari SNI GKP yang akan diberlakukan adalah belum ada catatan dalam SNI GKP wajib tentang potensi perubahan warna gula selama penyimpanan. GKP yang dihasilkan dari proses pemurnian sulfitasi , berpotensi mengalami perubahan warna gula yang jauh lebih nyata selama penyimpanan dibandingkan dengan proses pemurnian defekasi remelt karbonatasi. Saat ini sekitar 80% PG. di Indonesia masih menggunakan proses pemurnian sulfitasi. Hasil riset P3GI terkait penyimpanan gula sulfitasi di gudang PG yang dilaksanakan mulai akhir tahun 2015 sampai akhir 2016 membuktikan prediksi tersebut.

            Disamping itu sesuai hasil pertemuan terkait permasalahan implementasi SNI GKP yang dikoordinasi oleh Direktorat Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP), Kementerian Pertanian pada tanggal 10 Oktober 2017, bahwa SNI GKP No . 3140.3:2010 (termasuk Amd 1: 2011) saat ini harus segera dievaluasi kembali dan disempurnakan karena beberapa poin sudah tidak sesuai dengan perkembangan perundang-undangan pangan, selain bebrapa parameter teknis yang perlu disempurnakan. Berdasarkan berbagai permasalahan dalam implementasi SNI GKP Wajib seperti tersebut di atas dan dalam rangka perbaikan ke depan maka diperlukan riset bersama untuk mendukung penyusunan draf revisi SNI GKP ataupun penyusunan SNI Gula Kristal berbasis tebu, termasuk workshop yang terkait untuk meningkatkan pemahaman dari stake holder pergulaan terhadap SNI GKP.

 

Registrasi : www.event.p3gi.co.id