incest sex
P3GI - SELAMAT DATANG KEMBALI TEBU AJAIB DI INDONESIA


SELAMAT DATANG KEMBALI TEBU AJAIB DI INDONESIA



POJ 2878 yang dikenal dengan sebutan “tebu ajaib” dari jawa (wondercane from java), tercatat dalam sejarah pergulaan dunia sebagai hasil pemuliaan yang tercanggih dari Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) pada tahun 1923. Mengapa dikatakan tebu ajaib? Karena dengan pengembangan POJ 2878 tersebut produksi gula dapat meningkat secara drastis, sehinga tidak hanya masalah penyakit sereh saja yang dapat diatasi tetapi juga dapat menyelamatkan industri gula dari ambang kebangkrutan pada saat itu. 

“tebu ajaib” POJ 2878 adalah hasil persilangan antar spesies (interspecific hybridization) dalam genus Saccharum antara klon Kasseor dari spesies liar (S.spontaneum L) yang ditemukan di Gunung Ciremai dengan klon tebu asli yaitu Banjarmasin Hitam (S. Officinarum). Namun hampir satu abad setelah terciptanya “tebu ajaib” (wondercane) tersebut, belum dihasilkan lagi tebu ajaib baru seperti yang telah dicapai pada abad yang lampau. Apakah penyebabnya ? penyebabnya adalah kekurangan gen-gen baru pada materi tetua persilangan yang digunakan dalam program perakitan varietas tebu unggul masa kini. Perakitan tebu unggul yang paling banyak dilakukan selama ini adalah melakukan tetua yang berkerabat dekat. Dengan demikian tingkat keragaman genetik populasi keturunan yang dihasilkan sangatlah sempit. Sempitnya keragaman populasi keturunan akibat perkawinan kerabat dekat atau saudara pada tebu menyulitkan terjadinya lompatan perbaikan genetik berupa varietas tebu yang bersifat ajaib tersebut.

                P3GI adalah satu-satunya lembaga riset tebu di Indonesia yang memiliki koleksi plasma nutfah tebu dan kerabat liarnya (Saccharum complex) yang sangat lengkap dan terbesar di Dunia. 

Dengan demikian dapat dikatakan bahawa koleksi plasma nutfah dengan kerabat liar yang lengkap merupakan modal dasar yang sangat bernila bagi P3GI untuk merakit “tebu ajaib-tebu ajaib” beru.

 

sumber : Media Perkebunan edisi 168 November 2017