Kesadaran Akan Inovasi



           Kinerja industri gula sangat ditentukan oleh insentif ekonomi. Salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi adalah inovasi teknologi melalui perakitan berbagai macam teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin cepat, yang ditandai dengan peningkatan kapasitas dan produktivitas, sehingga memberikan dampak sangat luas terhadap seluruh kehidupan masyarakat.

            Menurunnya secara nyata kinerja industri gula hingga tahun 2000-an menunjukkan adanya suatu pola pikir yang tidak tepat dalam pengelolaan industri gula. Inefisiensi usahatani dan PG dibiarkan berlangsung lama sehingga semakin menurunkan kinerja industri gula itu sendiri. Rumitnya, pengelolaan usahatani tebu yang dikelola petani berjalan sendiri seakan tak ada kaitan dengan pengelolaan pabrik yang juga berjalan sendiri.  

            Beruntunglah Indonesia mendapat tantangan IMF untuk menutup seluruh PG di Jawa. Sejak itu mulai terdengar gaung “Revitalisasi Industri Gula”. Sejak itu pula kesadaran bahwa industi gula hanya bisa bangkit bila di lakukan penerapan inovasi dan teknologi. Kesadaran ini mengemuka dan menjadi program utama revitasisasi industri gula.

            Salah satu kesadaran akan inovasi dan teknologi yang di wujudkan sebagai program nasional adalah pengantian tanaman keprasan dengan varietas baru. Pemerintah melalui pemerintah daerah melansir program Akselerasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional yang menyalurkan bibit ungul tebu kepada para petani. Bibit unggul yang di salurkan merupakan varietas baru hasil rakitan P3GI. Hasil program ini cukup mengembirakan dan produksi tebu petani meningkatkan signifikan. Yang lebih menggembirakan kini petani tak lagi bertahan dengan tebu keprasan, tetapi sudah banyak yang mulai mencari bibit varietas unggul baru dengan inisiatif sendiri.

            PG juga mengimbangi inisiatif petani dengan melakukan rehabilitas sebagai peralatan dan komponen pabrik yang memang sebagian besar sudah memasuki umur yang uzur. Tak tanggung-tanggung, pemerintah melalui wakil presiden Jusuf Kalla pada tahun 2007 mendeklarasikan revitalisasi khusus PG.

 

Sumber: 121 TAHUN P3GI, Buku Mengejar Sebuah Asa